Unknown Unknown Author
Title: DULUNYA MENANAM SAWIT DIANGAP BODOH DAN GILA KINI JADI KEBUN IDAMAN SETIAP WARGA
Author: Unknown
Rating 5 of 5 Des:
Mata pencaharian merupakan suatu usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup (ekonomi) dengan cara bekerja. Mata pencaharian masyarakat berb...


Mata pencaharian merupakan suatu usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup (ekonomi) dengan cara bekerja. Mata pencaharian masyarakat berbeda satu sama lain. Perbedaan itu diantaranya dapat disebabkan oleh keadaan geografis, sosial, maupun corak budaya masyarakat setempat disamping kemampuan (skill) yang dimiliki. Faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap corak mata pencaharian suatu masyarakat.
Masyarakat yang tinggal di daerah dataran tinggi umumnya bermata pencaharian petanian.dan perkebunan Hal ini disebabkan karena wilayah dataran tinggi cocok untuk pertanian yang ditunjang oleh pasokan air yang memadai serta suhu yang mendukung bagi pertumbuhan tanaman. Begitu juga dengan masayrakat sealagan raya pada umunya bermata pencarian dengan pertanian dan perkebunan ,hal ini di sebabkan tingat pendidkan di kecamatan ini masih sanagt minim oleh karena itu pertanian daaaan perkebunan menjadi pilihan utama mata pencarian di kecamatn ini.

Pada tahun 2002 kebawah mata pencarian masyrakat berfokus pada  mata pencarian yaitu bersawah,kebun kulit manis,berkebun kopi, men cari garu,berkebun nilamdan kebun karet.Namun yang paling doiminan adalah berkebun karet dan sawah.Baru lah pada  pertengahan tahun 2002 mengenal kebun sawit,yang pada mula nya para pemula yang berkebun sawit mendapatkan celotehan dari masyrakat petani karet.” Untuk apa sih menanam sawit harga nya Cuma RP100/kg hanya orang gila yang mau menanam sawit” itu lah sebuah celotehan yang terkenal di tahun itu.Namun seiring meningkat pengunaan miyak goreng harga sawit terus menurus meninggkat naik ,dan mualailah  para petani karet dan kulit manis gigit jari melihat pengahsilan dari berkebun sawit .

Baru lah tahun 2004 masayarkat bergerak berkebun sawit ,dan lahan lahan pun banyak yang alih fungsi. Nah………. timbul lah lagi pertayaan siapa yang gila yang menam sawit /yang merubah sawahnya menjadi kebun sawit, yang menebang kebun karetnya untuk bikin kebun sawit .tapi  itu tak penting bagi masyrakat yang terpenting adalah bagaimana masyarakat bisa merubah pola pikirnya untuk tidak menagaap suatu yang baru itu bukan konyol dan gila tapi lihat dulu manfaat. Ini adalah pengalaman kita bersama dengan harapan ini tak terjadi lagi,,,,,,toh kebun sawit sudah menjdi idaman setiap warga di selagan raya .jadi berterima kasih lah kepada para pelopor kebun sawit di selagan raya, yang telah membawa perubahan besar pada perekonomian selagan raya.by aneka ria sapari S.Pd

Advertisement

Posting Komentar

 
Top