Mata pencaharian merupakan suatu usaha untuk
memenuhi kebutuhan hidup (ekonomi) dengan cara bekerja. Mata pencaharian
masyarakat berbeda satu sama lain. Perbedaan itu diantaranya dapat disebabkan
oleh keadaan geografis, sosial, maupun corak budaya masyarakat setempat
disamping kemampuan (skill) yang dimiliki. Faktor-faktor tersebut sangat
berpengaruh terhadap corak mata pencaharian suatu masyarakat.
Masyarakat yang tinggal di daerah
dataran tinggi umumnya bermata pencaharian petanian.dan perkebunan Hal ini
disebabkan karena wilayah dataran tinggi cocok untuk pertanian yang ditunjang
oleh pasokan air yang memadai serta suhu yang mendukung bagi pertumbuhan tanaman.
Begitu juga dengan masayrakat sealagan raya pada umunya bermata pencarian
dengan pertanian dan perkebunan ,hal ini di sebabkan tingat pendidkan di
kecamatan ini masih sanagt minim oleh karena itu pertanian daaaan perkebunan
menjadi pilihan utama mata pencarian di kecamatn ini.
Pada tahun 2002 kebawah mata
pencarian masyrakat berfokus pada mata
pencarian yaitu bersawah,kebun kulit manis,berkebun kopi, men cari
garu,berkebun nilamdan kebun karet.Namun yang paling doiminan adalah berkebun
karet dan sawah.Baru lah pada pertengahan tahun 2002 mengenal kebun
sawit,yang pada mula nya para pemula yang berkebun sawit mendapatkan celotehan
dari masyrakat petani karet.” Untuk apa sih menanam sawit harga nya Cuma RP100/kg
hanya orang gila yang mau menanam sawit” itu lah sebuah celotehan yang terkenal
di tahun itu.Namun seiring meningkat pengunaan miyak goreng harga sawit terus
menurus meninggkat naik ,dan mualailah
para petani karet dan kulit manis gigit jari melihat pengahsilan dari
berkebun sawit .
Baru lah tahun 2004 masayarkat bergerak berkebun sawit ,dan lahan lahan
pun banyak yang alih fungsi. Nah………. timbul lah lagi pertayaan siapa yang gila
yang menam sawit /yang merubah sawahnya menjadi kebun sawit, yang menebang
kebun karetnya untuk bikin kebun sawit .tapi
itu tak penting bagi masyrakat yang terpenting adalah bagaimana
masyarakat bisa merubah pola pikirnya untuk tidak menagaap suatu yang baru itu
bukan konyol dan gila tapi lihat dulu manfaat. Ini adalah pengalaman kita
bersama dengan harapan ini tak terjadi lagi,,,,,,toh kebun sawit sudah menjdi
idaman setiap warga di selagan raya .jadi berterima kasih lah kepada para
pelopor kebun sawit di selagan raya, yang telah membawa perubahan besar pada
perekonomian selagan raya.by aneka ria sapari S.Pd

Posting Komentar